Fin

Dan kesemuanya berakhir disini.

Dipenghujung senja.

Hingga mungkin, ia tiada kembali.
Mbo, 12 9 16

Advertisements

Selamat datang bulan September

Selamat datang bulan yang dimulai dengan tangisan bayi mungil, disebuah rumah sakit kota besar yang sekarang hanya tinggal puing kenangan.

Selamat datang usia dua delapan, yang tak pernah kusangka bisa melewatinya dengan IzinNya.. ya.. siapa sangka. Sebab pernah kumengira hembusan nafas akan berakhir di angka dua tujuh. Ayuhai usiaa… apa yang sudah kau perbuat untuk dirimu sampai sejauh ini? Sedang kau tau atau pura2 tidak peduli malaikat maut sedang mengintaimu?!

Selamat datang kerutan2 diwajah… yg menandakan bahwa kau tak lagi remaja 19 tahun. Usia favoritmu sampai sekarang. Sedang Alif kecilmu terus tumbuh menjadi gagah. Meski bagimu, ia tetap Alif kecilmu. Yang memiliki tatapan dan senyuman khas milikmu. Yang begitu senang memelukmu. Atau yang terkadang usil menggarai istirahat lelahmu.

Selamat datang kekhawatiran2 sebagai seorang ibu dalam kehidupan berwarnamu. Dimana setiap teriakan si kecil menjadi kepanikanmu. Dimana setiap tangisan si kecil menjadi keresahanmu. Dan duniamu menjadi teralihkan dengan adanya mereka, juga pangeran hatimu. 

Selamat datang kepikunan semi permanen dalam ingatanmu. Ketika kau lupa nama teman sekelasmu saat disekolah dulu. Ketika kau bahkan lupa nama guru favoritmu disekolah dulu. Ketika kau lupa peristiwa masa lalu yang kau lihat dalam bingkai foto.

Selamat datang masa ‘perjuangan seorang ibu’. Dimana kau bahkan mengabaikan cita citamu, dimana mungkin kau melupakan hasratmu saat remaja dulu. Bukankah tiada yang lebih menyenangkan sekarang? Saat dua malaikat kecilmu benar benar memenuhi hari2mu. Saat ingin mereka lebih kau pilih daripada inginmu.

Selamat datang perjuangan… selamat datang cinta… Welcome to my Word. 🙂

Sebuah Langkah Besar

Terkadang…

Kau hanya harus berani mengambil suatu keputusan besar, untuk mengubah hidupmu! Membawamu pada kehidupan dengam dimensi yg lain.. dengan cerita yg berbeda… dengan orang2 baru yang luar biasa. Yang menerimamu tanpa tapi, yang merangkulmu tanpa syarat, yang mengajakmu tanpa ragu. Mengarungi mimpi-mimpi pasti, bukan hanya sekedar janji. Bukan hanya sekedar imajinasi.

Bersama, bergandengan tangan. Menuju jalan yang sama. Menatap kedepan, tanpa perlu menoleh lagi kebelakang. 

🙂

Karna cinta tak selalu harus menunggu…

Kau tau, dear’s….

Terkadang dalam hal urusan tertentu, cinta tak lagi harus menunggu.

Kau tau apa? Dalam hal ibadah, kau tak perlu menunggu org lain melakukannya lebih dulu atasmu.

Karna kau berhak atas dirimu sendiri. Karna kau berhak beribadah kepada Rabbmu, kapanpun dan dimanapun, seperti kemampuanmu.

Hingga kau paham, bahwa terkadang cinta tak harus menunggu. 

🙂

Dah jadi mamak mamak

Aku mau cerita, sekarang…aku dah jadi mamak2 lah yakan ceritanya. Dah gitu aja ceritaku lah ya.
Kalok ko tanya kok sikit kali ceritaku, pasti ngertilah ko kekmana mamak2 itu. Ko liat aja mamakmu, kekmana dia kek gitu jugak lah aku.

Dah lah.. capek habis nginem malam2. Tidor dulu lah mamak ya! Besok pagi2 kali mamak harus bangun lagi. Belom tegosok baju kerja si bapak ganteng kita itu.

Kalok ko bingung aku cakap apa, cak ko tanya aja lah sama kawanmu yang anak medan. Ngertinya dia itu cakapku.